Tampilkan postingan dengan label sekolah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sekolah. Tampilkan semua postingan

Jumat, 02 Agustus 2013

Surat Anak Perempuan 15 tahun yang Membuat Ayahnya Tercengang






Kisah ini terjadi di suatu pagi yang cerah. Yaa.. mungkin tidak begitu cerah untuk seorang ayah yang kebetulan memeriksa kamar putrinya. Dia mendapati kamar itu sudah rapi, dengan selembar amplop bertuliskan untuk ayah di atas kasurnya. Perlahan dia mulai membuka surat itu…

Ayah tercinta.......

Aku menulis surat ini dengan perasaan sedih dan sangat menyesal. Saat ayah membaca surat ini, aku telah pergi meninggalkan rumah. Aku pergi bersama kekasihku, dia cowok yang baik. Setelah bertemu dia ayah juga pasti akan setuju meski dengan tatto2 dan piercing yang melekat di tubuhnya, juga dengan motor bututnya serta rambut gondrongnya.


Dia sudah cukup dewasa meskipun belum begitu tua (aku pikir jaman sekarang 42 tahun tidaklah terlalu tua). Dia sangat baik terhadapku, lebih lagi dia ayah dari anak di kandunganku saat ini. Dia memintaku untuk membiarkan anak ini lahir dan kita akan membesarkannya bersama. Kami akan tinggal berpindah-pindah, dia punya bisnis perdagangan pil ekstasi yang sangat luas. Dia juga telah meyakinkanku bahwa ganja itu tidak begitu buruk. Kami akan tinggal bersama sampai maut memisahkan kami. Para ahli pengobatan pasti akan menemukan obat untuk AIDS jadi dia bisa segera sembuh. Aku tahu dia juga punya cewek lain tapi aku percaya dia akan setia padaku dengan cara yang berbeda.



Ayah.. Jangan khawatirkan keadaanku. Aku sudah 15 tahun sekarang, aku bisa menjaga diriku. Salam sayang untuk kalian semua. Oh iya, berikan bonekaku untuk adik, dia sangat menginginkannya.

—- Masih dengan perasaan TERGUNCANG dan TANGAN GEMETAR, sang ayah membaca lembar kedua surat dari putri tercintanya itu. 



Cekidot Lembar keduanya...

AYAH…

TIDAK ADA SATUPUN DARI YANG AKU TULIS DIATAS ITU BENAR, AKU HANYA INGIN MENUNJUKAN ADA RIBUAN HAL YANG LEBIH MENGERIKAN DARIPADA NILAI RAPOTKU YANG BURUK.
Kalau ayah sudah menandatangani raportku di atas meja, panggil aku ya, aku tidak kemana-mana, saat ini aku ada di rumah tetangga sebelah..



So,, what do you feel about that's letter guys??? 






Sumpah gue ngakak abiss. masih gak abis pikir dengan kreativitas tu bocah. Taktiknya keren banget dengan memberikan dua lembaran surat sekaligus pada satu amplop. Pada lembaran pertama terlihat gambaran yang sungguh teramat buruk dan tragis sehingga mampu membuat siapapun Ayah di dunia ini bakal shock berat sampe struk membacanya. 






Standing ovation dari gue buat lembaran keduanya yang memberikan conclusion yang apik. walaupun terkesan pendek tapi ini cukup bikin jantung sang Ayah yang berdegup kencang bisa mereda dan stabil kembali, bisa bikin matahari yang ingin membakar bumi karena murka melihat surat pertama si bocah berubah jadi adem disertai angin sepoi-sepoi dan ditiap hembusan angin mengeluarkan uang ratusan ribu. aw..aw..aw... Absolutly yang terakhir gue jelas ngaco banget. Skip that..

Anekdot berupa surat anak perempuan 15 tahun yang membuat ayahnya tercengang ini menyimpan satu pesan moral bagi kita semua. sebenernya nilai rapor jelek yang didapat anak itu jangan membuat para orang tua over dramatic. gue disini bukan pro dengan adanya nilai jelek di rafor. tapi para orang tua juga harusnya belajar memahami kemampuan sang anak. Janganlah memfokuskan pada satu nilai jelek saja tapi cobalah melihat nilai-nilai lainnya yang dirasa lebih bagus dan anak sangat unggul di bidang tersebut. 


Percaya ga percaya sebenernya nilai jelek itu berguna kok. ya namanya juga belajar, pasti kita ga bisa langsung pintar kan?? bakal ada masa dimana kita jatuh dan juga bakal ada masa dimana kita juga bisa bangkit dan dapatin yang kita inginkan. Seandainya nilai kita selalu bagus semua, apalagi sih yang bakal memotivasi untuk lebih giat lagi belajar? kalau nilai kita bagus semua, apalagi sih yang bakal bikin kita mati-matian mencari kesalahan dalam belajar sehingga bisa dapat nilai bagus? 

its ok. I will wait for you to be a champion in the other days

Justru di saat-saat crusial seperti itu para orang tua harusnya merangkul anak dan mencarikan solusi bersama, mencari jalan keluar menghadapi permasalahan sang anak dalam belajar bukan dengan memarahinya dengan makian bodoh, tolol, idiot, otaknya dipake ga? bikin malu aja kamu bisa dapat nilai jelek begini...

Buat adek-adek yang dapat nilai jelek. kalian ga usah terlalu stress dan depresi dengan nilai itu. percayalah nilai jelek itu berguna kok. Dengan nilai jelek itu kalian bakal PAHAM kalau nilai bagus itu bakal didapat dengan usaha keras dan sungguh-sungguh, Dengan nilai jelek itu kalian bakal MENGERTI kalau kita itu ga selalu bisa di semua bidang, dan dengan nilai jelek itu kita bisa BELAJAR IKHLAS menghadapi kenyataan bahwa memang ga semua yang kita inginkan bakal terwujud seperti yang diimpikan.

huft capeeeeekk
kalau kalian merasa lelah dengan perjuangan mendapatkan kembali nilai yang bagus, itu wajar. You must remember guys, mengeluh bukanlah suatu solusi. berteriaklah aku lelaaaaah..... kemudian kerjakan yang bisa kalian kerjakan dan tunggulah CAMPUR TANGAN TUHAN untuk menyempurnakan apa yang telah kalian lakukan. Ingatt,, ga bakal ada yang lebih baik lagi selain RENCANA-NYA. Believe it !!!!


So,, apakah masih berfikir kalau nilai jelek adalah akhir dari segalanya??? Come On. Wake Up Guys, 
Bahkan bintang yang terang sekalipun juga butuh gelap untuk terus bersinar..........


Kamis, 01 Agustus 2013

Benang Kusut Antara Siswa dan Guru


Sekolah??? arrgghh gue kangen masa-masa itu. ternyata bener kata orang masa sekolah ya masa paling indah. lirik lagu chrisye sayup-sayup mulai berterbangan di sekitar telinga gue. "tiada masa paling indah masa-masa di sekolah, tiada kisah paling indah kisah kasih di sekolah". 


Bicara tentang sekolah, kali ini gue mau ngebahas soal GURU. Sekarang ini rada-rada miris kalo melihat kinerja guru di kelas. Ga usah mengkaji tahun sekarang deh, jaman dulu gue masih SMP dan SMA aja banyak banget nemuin guru-guru yang kurang berkompeten dalam mengajar. Mungkin hal ini ga cuma terjadi pada gue doang. pasti kalian juga ada kan? mungkin dalam waktu dan kemasan yang berbeda aja


Cekidot guys,,,,


pertama, guru masuk pada menit-menit awal kemudian meninggalkan siswa dengan memberi tugas yang wajib dikumpulkan ketika pelajaran usai. Palingan masuk lagi 5 menit terakhir, itupun cuma ngambil tugas yang udah dikerjakan dan gue yakin tuh tugas juga ga bakal diperiksa dan tugas itu hanya bernasib untuk menumpuk di meja guru doang. 

Ya ampuuun,, ga takut makan gaji buta kali tuh guru. Kalo Cuma begitu doang mah gampang, gue rasa ibu penjual makanan di kantin juga bisa kaliiiii... dan kalo kita coba menelisik lebih jauh lagi apa yang menjadi penyebabnya jamur kemalasan mengajar itu berkembang pada guru, mungkin hanya guru itu dan Tuhan yang tahu..




kedua, guru seakan bingung dengan materi yang akan diajarkannya. Bingung disini bisa aja dua kemungkinan, yang pertama dia ga ngerti dengan bahan yang akan diajar, atau dia emang ga punya skill tentang mata pelajaran itu. 

Yang jadi pertanyaan sekarang, ijazah kuliahnya beneran apa palsu sih?? Maaf agak frontal dikit. Cuma agak geram aja kalau melihat guru yang ketika mengajar hanya membaca nyaring sebuah buku panduan saja. Kalo belajar di sekolah hanya untuk mendengarkan guru membaca doang, gue rasa ga perlu deh ke sekolah soalnya mereka juga bisa melakukan hal yang sama dengan cukup di rumah aja. 

Kondisi yang seperti ini ujung-ujungnya hanya membuat kelas ribut dan Proses Belajar Mengajar (PBM) gak berjalan. Jujur aja ga sedikit guru-guru sekarang yang katanya lulusan strata satu (S1) tapi kenyataannya ilmu yang dimiliki Cuma 20%. Covernya doang guru tapi ilmu dalemnya NOL. Gw pengen guru-guru yang tak layak pakai seperti ini segera di daur ulang atau kalau bisa dipensiunin aja sekalian. soalnya masih banyak kok guru-guru di luar sana yang lebih berkompeten tapi belum punya kesempatan buat mengajar karena lapangan kerja yang semakin sempit.

Gue jadi ingat masa-masa SMA dulu sewaktu masih duduk di kelas sepuluh. Guru KeWargaNegaraan (KWN) gue asli ngaco. sebut aja buk Ima. gue ga ngerti sama sekali tiap buk Ima ngajar di kelas. Kalian bayangin aja, tiap ngajar buk Ima cuma membaca buku paket KWN yang tebal banget di depan kelas dengan suara yang ga enak banget didengar dan full 2 jam mata pelajaran. Kegiatan ngajarnya asli cuma ngebacain buku doang. 

Perlahan gue mulai  melihat sekeliling kelas. Ada teman yang asik sms-an (gue ga tau dia sms-an ama sapa, yg gue takutin dia depresi karena tekanan jiwa mesti belajar ama buk Ima trus sms bapaknya biar ga usah nyekolahin dia lagi). Ada juga yang asik ngerumpi ama temen sebangku (kayaknya sih sibuk ngerumpiin khayalan tingkat tinggi mereka tentang kehadiran buk Ima menjadi salah satu personil Cherrybell. Dan pastinya pose chibi chibi yang menempatkan buk ima berada di sebelah Annisa akan menggemparkan dunia). bahkan Ada juga lho temen gue yang molor ketika pelajaran KWN berlangsung (efek terlalu  serius ngedengerin buk Ima cuap-cuap di depan yang ngebawa dia ke alam bawah sadarnya kalo itu adalah dongeng putri salju dan tujuh kurcaci).

Pada kenyataanya bukan hal baru lagi kalau kami selalu ngacangin buk Ima tiap kali masuk ke kelas. ya beginilah sebuah pemandangan miris kalau guru yang mengajar kurang berkompeten dalam bidangnya.



ketiga, ada juga guru yang CBSA (catat buku sampai abis). Metode ini mengharuskan siswa menyatat materi yang ada di depan kelas sampai jam pelajaran abis tanpa pemberian penjelasan dan kesimpulan tentang materi tersebut. 

Guru model begini adalah tipe paling tega soalnya dia ga ngerasain tangan siswa yang udah struk ringan ketika harus menyalin semua materi pelajaran di papan tulis. Parahnya ketika bel istirahat berbunyi adalah tanda saatnya penderitaan itu berakhir. Ga usah neko-neko deh, gue aja yang sering kebanjiran meresume tugas dari dosen masih males-malesan ngerjainnya. Gw nyoba nabung buat nulis sedikit demi sedikit biar tugas resumenya kelar. gue ga terlalu monoton ketika nulisnya, soalnya diselingin dengan ngmil dulu bentar trus nonton dulu bentar baru lanjutin lagi. haha 

Lha itu? Adek-adek yang masih di bangku sekolahan jadi kasihan ketika ngedapetin tipe guru CBSA. Pasti mereka ngerasa jenuh dan capek  buat belajar. Hal ini yang bikin mereka bosen dengan sebuah mata pelajaran dan mulai menandai mata pelajaran mana yang asik buat diseriusin dan mana yang enggak.


Dengan keadaan seperti ini SIAPA LAGIKAH yang harus disalahkan ketika ditemui murid yang tidak mengerti dan gagal dalam ujian??? SIAPA LAGIKAH yang harus disalahkan ketika mereka menjadi langganan remedial??? SIAPA LAGIKAH yang disalahkan sehingga gue kepikiran buat orasi hati tentang artikel ini??? Hal ini menyisakan satu kenyataan pahit bahwa yang GAGAL itu bukan siswanya melainkan GURUNYA..........!!!

By the way, ga adil rasanya kalo gue hanya melihat dari sisi buruk seorang guru. Sebenernya ada loh guru yang sangat berkompeten mengajar, ada loh yang pandai mengisi PBM dengan metode menyenangkan sehingga siswa ga boring ketika PBM berlangsung, dan ada juga loh guru yang berdedikasi tinggi sehingga patut untuk diteladani. Dan semuanya itu MASIH ADA dan hadir di jaman sekarang.

Mungkin kalian udah punya satu nama guru sebagai jawaban ketika harus dihadapkan dengan satu pertanyaan siapakah guru yang kalian favoritkan ketika masih dibangku sekolahan dulu? siapakah guru yang sampai sekarangpun kalian ga bisa lupa tentang beliau? 

Kalo jawaban gue cuma ada satu nama. Buk Endah, guru geografi gue waktu masih SMA. gue nyaman banget kalau ngikutin pelajaran beliau, buk endah ga cuma sebatas mengajar di kelas, beliau juga selalu membimbing kami ke arah yang lebih baik lagi, terlebih beliau adalah wali kelas gue selama dua tahun. 

Gue masih ingat gimana beliau memulai pelajaran dengan senyuman yang manis banget. Perasaan tuh adem banget dengan melihat senyum beliau. Andai kata gue lagi galau pun bakal hilang kalau liat senyum itu. Gue juga masih ingat gimana suara beliau yang begitu nyaring ketika menjelaskan materi, gimana cara beliau memberikan jawaban-jawaban lugas dan benar ketika kami bertanya tentang sesuatu yang kurang dimengerti dan kemampuan beliau tentang gografi yang udah mumpuni.



Ini kenangan terakhir bareng buk ENDAH waktu gue udah nerima pernyataan kelulusan SMA. Gue ga pernah nyesel pernah berada di kelas social. Andai kata pun masuk IPA (gak mungkin jg sih soalnya nilai kimia gw jeblok) pasti gue udah ngelewatin masa dimana adanya sosok guru istimewa yang sampe sekarangpun ga bisa dilupain. Makasih buk ENDAH untuk hari-hari bersama dulu. Jasamu mungkin belum bisa untuk ku balas, namun sekiranya tulisan ini bisa menjadi sebuah hadiah kecil yang bisa kupersembahkan untukmu dan kelak akan ku ceritakan pada semua anak didikku bahwa aku pernah merasakan pengalaman berharga dengan guru sehebat ini.

Penutup kata, gue cuma bisa ngasih masukan buat guru-guru yang notabene masih eksis di dunia pendidikan. Jadilah guru yang bertanggung jawab beban dan moril dengan tugas yang diberikan. Jangan bisanya cuma makan gaji buta doang tetapi ilmu yang diberikan gag jelas. Ini merupakan suatu kezaliman, soalnya masih banyak kok guru-guru lain di luaran sana yang berkompeten tetapi belum mendapat tempat di dunia kerja.


Mulailah memperbaiki diri dengan memperdalam lagi pengetahuan tentang bidang yang ditekuni. Karena yang namanya manusia ga pernah berhenti untuk belajar. Dan jadilah guru yang bisa memberikan teladan yang baik bagi siswa, ga hanya mengajarkan pelajaran di kelas tetapi juga membimbing, memberikan ajaran-ajaran mendidik yang kelak akan menjadi bekal bagi masa depan penerus bangsa ini.

Udah dulu ah.... gue pamit dulu ya. LOVE PISS and Gaul :D